[LG Electronics Indonesia Dukung Percepatan Migrasi TV Digital di Indonesia ]

”Selaku pemain besar di industri elektronik, menjadi komitmen kami untuk mendukung segala aktivitas yang bertujuan memberikan nilai lebih pada konsumen. Era TV Digital merupakan jawaban bagi masyarakat Indonesia akan kebutuhan informasi dengan kualitas audio visual yang lebih baik,” ujar Win Godfried – General Manager Dipslay Factory PT. LG Electronics Indonesia.

Alasannya, karakteristik siaran digital memungkinkan penggunaan jaringan kanal tunggal (single frequency network) tanpa adanya interferensi yaitu gangguan tumbukan sinyal dari siaran radio atau TV lainnya. Hasilnya, keluaran gambar dan suara menjadi lebih stabil, bebas dari efek bayangan (ghost) dan gambar berbintik (noise) sebagaimana yang biasa didapati pada siaran analog.

Indonesia sendiri memasuki gerbang era siaran TV Digital secara resmi sejak 13 Agustus 2008. Hal ini ditandai dengan peluncuran uji coba siaran televisi digital TVRI yang diresmikan oleh Wakil Presiden RI, M. Jusuf Kalla dan didampingi Menkominfo, M. Nuh. Tepat 10 bulan kemudian, pada 20 Mei 2009 bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara resmi me-launching siaran TV digital di Indonesia dengan melibatkan 2 konsorsium, yaitu PT. Konsorsium TV Digital Indonesia (KTDI) dan TVRI-Telkom.

“Kami melihat keseriusan pemerintah dalam mempersiapkan siaran TV digital di Indonesia. Untuk itu, kami menyiapkan produk pilihan yang siap mendukung percepatan migrasi menuju era TV digital,” papar Win Godfried. Pernyataan ini tidaklah berlebihan, melihat apa yang telah dipersiapkan LG dalam produk LCD TV terbarunya ini.

Dipenuhi Teknologi Terkini
LG telah mempersenjatai keduanya dengan teknologi terkini dengan keberadaan chip khusus. Bertindak sebagai penangkap siaran TV Digital (digital TV tuner), chip ini terintegrasi langsung di dalam set sirkuit LCD TV. Hasilnya, “Tanpa adanya perantara perangkat lain, kualitas penangkapan sinyal video dan audio lebih sempurna,” ujar Win Godfried.

Hal ini menurutnya akan berbeda bila konsumen menggunakan dekoder sebagai perangkat perantara penangkap siaran digital. Pasalnya, penggunaan kabel dalam dekoder menghalangi lintas sinyal yang masuk dalam sirkuit TV. Akibatnya, sinyal tak dapat tertangkap 100%.

Namun demikian, digital TV dari LG juga bersifat hibrid, artinya dapat menangkap baik siaran digital maupun analog. Jadi, selama proses migrasi dari sistem analog ke digital, penonton yang tidak dapat menangkap siaran digital tetap dapat menikmati siaran analog seperti biasa.

Menambah kenikmatan dalam menyaksikan siaran hiburan di rumah (home entertainment), LG pun tak lupa melengkapi LCD TV nya ini dengan berbagai kemampuan dalam menghasilkan gambar kaya warna dan tampil natural. Hal ini terjadi berkat dukungan contrast ratio 150,000 : 1. Capaian contrast ratio demikian merupakan yang tertinggi pada LCD TV saat ini.

Teknologi TruMotion 200 Hz pun turut mendukung kinerja LCD TV ini. Keberadaan teknologi ini memungkinkan LCD TV mereproduksi gambar hingga mencapai 200 gambar dalam setiap detiknya. “Kecepatan demikian membuat gambar menjadi terlihat sangat halus. Tanpa adanya efek kedipan (flicker free) yang biasa ditemui pada LCD TV sebelumnya,” ujar Win Godfried.

Lebih jauh lagi, LCD TV ini pun mendapat dukungan kecepatan 2ms response time. Kecepatan demikian berguna untuk membuat pergerakan gambar yang biasa ditemui pada film dengan aksi cepat menjadi tampil lebih halus dan tak berbayang.

Kelengkapan tambahan yang menyertai kedua LCD TV terbaru LG inipun tak kalah menarik. Lihat saja mulai dari keluasan konektivitas dengan adanya slot HDMI (version 1.3) yang siap mengkoneksikan LCD TV dengan perangkat multimedia lain semacam konsol game, pemutar Blu-Ray dan lainnya. Pun ketersediaan slot USB 2.0 untuk menampilkan berbagai jenis fail.

Lolos Standar Kelayakan Resmi
Tak hanya soal penyediaan teknologi tinggi, kedua produk LG inipun telah memenuhi standar pengujian kelayakan perangkat TV digital yang berlaku di Indonesia saat ini. Pengakuan ini didapat setelah LCD TV terbaru LG ini lolos dari uji teknis yang dilakukan langsung oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sebagai badan resmi yang ditunjuk pemerintah dalam melakukan pengujian setiap perangkat TV digital untuk dapat beredar resmi di pasaran Indonesia.

Dukungan LG pada persiapan Indonesia menyambut era TV digital pun tidak berhenti hanya pada pengenalan produknya. Bahkan, perusahaan yang berbasis di Korea Selatan ini pun menjalin kolaborasi dengan PT. Konsorsium TV Digital Indonesia dan TVRI – Telkom untuk mensosialisasikan pengetahuan mengenai siaran TV Digital. “Kolaborasi ini merupakan kerja bersama kami untuk mempersiapkan masyarakat dan mempercepat proses migrasi menuju siaran TV Digital,” ujar Win Godfried pula.